Cara Menjahit Celana Cargo | bagian I

Salam penjahit sekalian,

Pernah tahu kan, celana yang banyak sakunya? Kalau ya, itulah yang disebut dengan celana cargo.Pada awalnya model celana ini dipakai oleh militer, karena kelebihannya adalah banyaknya saku di kedua sisi celana, sehingga mampu membawa banyak item yang diperlukan oleh para tentara. Pada perkembangannya celana ini juga banyak dipakai orang-
orang yang hobi dengan kegiatan outdoor seperti travelling, para pecinta alam, dan juga para pekerja lapangan. Hal ini dikarenakan karakter material celana yang kuat, ringan, dan nyaman dipakai.

Kali ini, belajarbusana.com akan membahas tentang tata cara membuat dan menjahit celana Cargo ini, mulai dari pembuatan pola sampai dengan cara menjahit sampai selesai. Untuk tahap pembelajaran, kain yang dipakai tidak harus yang tebal, supaya tidak mengalami kesulitan dalam proses menjahitnya nanti, karena saya yakin tidak semuanya memiliki mesin jahit yang besar yang bisa digunakan untuk menjahit kain tebal.
Pada bagian I ini, kita akan coba membuat pola celana cargo, dan pada bagian II nanti akan dilanjutkan dengan pemotongan bahan. Untuk pola dasar celana saya memakai pola dari celana panjang biasa/standard dengan sedikit modifikasi. Saya harapkan rekan-rekan sekalian nantinya bisa membuat celana ini, walaupun metode pola yang dipakai berbeda, jadi tergantung pada kreatifitas masing-masing. Bagi saya, pola dari celana cargo sendiri tidak jauh berbeda dengan pola celana panjang biasa maupun pola celana pantalon, karena yang membedakan hanyalah pada variasi kantong/saku celana yang banyak.
Untuk saku celana biasanya memakai saku tempel model rompol, atau bisa juga dikombinasikan dengan saku dalam yang menyatu dengan pola celana. Sekali lagi tergantung dari kreatifitas kita masing-masing.

Ok, langsung saja kita mulai. 
Di bawah ini adalah ukuran yang saya pakai, bagi teman-teman silahkan menyesuaikan dengan ukuran badan masing-masing.

Ukuran:
    1. Panjang celana         : 100 cm
    2. Lingkar pinggang      :  64 cm
    3. Lingkar pinggul         : 98 cm
    4. Lingkar pesak          : 68 cm
    5. Lingkar paha            : 58 cm
    6. Lingkar ujung celana : 48 cm 
Gambar pola celana kargo:





keterangan pola depan :
  • A-C : panjang celana - lebar ban pinggang (+ 4cm) = 100cm - 4cm = 96 cm.
  • A-E : tinggi pesak - lingkar ban = (68/2 - 5) - 4cm = 25 cm.
  • B-D : 1/2 lingkar paha - 3 cm = (58/2) - 3cm = 26 cm ( terletak pada titik E ).
  • F-G : 1/2 lingkar ujung celana - 2cm = (48/2) - 2cm = 22 cm ( terletak pada titik C ).
  • B-1  : ke arah kanan 3,5 cm.
  • A-H : 1/10 lingkar pinggang = 64 / 10 = 6.4 cm ( ke arah kiri ).
  • Hubungkan titik H dengan titik 1.
  • H-I : 1/4 lingkar pinggang - 1 cm = (64/4) - 1 cm = 15 cm.
  • Hubungkan titik I ke titik D, dengan pola pinggul.
  • 1 ke S : naik + 5cm.
  • H-x : panjang resluiting + 1.5 cm = 16.5 cm ( jangan sampai melewati titik S ).
keterangan pola belakang :

  • J-K  : 1/2 lingkar paha + 3 cm = (58/2) + 3 cm = 32 cm.
  • L-M : 1/2 lingkar ujung celana + 2 cm = (48/2) + 2 cm = 26 cm.
  • N-O : 1/4 lingkar pinggang + 1 cm = (64/4) + 1 cm = 17 cm.
  • titik O harus di atas garis A + 2.5 cm.
  • E-P = naik + 8 cm.
  • Hubungkan titik O dengan titik 5.
Catatan :
Untuk memastikan pola yang kita buat apakah sudah sesuai atau belum dengan cara menjumlahkan jarak titik 2 ke 3 ditambahkan dengan jarak titik 4 ke 5, hasilnya harus sama dengan 1/2 lingkar pinggul.

Itu tadi metode pengukuran dan menggambar pola celana cargo, dan pembahasan kali ini sampai disini dulu dan akan dilanjutkan pada bagian II yaitu pola saku dan cara pemotongan bahan sesuai dengan pola celana yang sudah kita buat.
Semoga bermanfaat.

1 Response to "Cara Menjahit Celana Cargo | bagian I"

  1. Berapa meter kain yang diperlukan untuk ukuran pinggang 110 cm, pinggul 120 cm, panjang celana 115 cm ?
    Dengan catatan lebar kain 150 cm
    terimakasih

    ReplyDelete