Friday, October 21, 2016

Teori dan pola kerah selendang setali

Kerah selendang setali atau disebut juga kerah shawl setali adalah kerah yang digunting bersama dengan bagian badan busana. Desainnya ada jahitan sambungan pada tengah belakang kerah, bila lapisan kerah diambil dengan arah benang yang sama dengan bajunya.

Ciri lain pada kerah selendang setali adalah nampak pada tengah muka akhir dari garis, dimana kerah terbalik keluar kelihatan jatuhnya membulat.


Lapisan kerah di tengah belakang dapat diambil lipatan kain, sehingga arah benang lapisan tidak sama dengan arah benang bajunya. Pada tekstil wash and wear tidak perlu disetrika, maka berlainan arah benang dari lapisan dan baju tidak membawa keburukan dalam hal pemeliharaan busana tersebut.

Berikut di bawah ini akan dijelaskan bagaimana cara menggambar pola kerah selendang setali.

1. Pindahkan lipit kup asli di bahu ke sisi badan, supaya waktu menggambar bentuk kerah menurut desain tidak terganggu oleh garis-garis lipit kup pada bahu.

2. Tentukan dalamnya leher pada garis tengah muka dan lebar lidah baju tergantung dari besarnya kancing, 2 s/d 3 cm.

3. Gambar garis patah kerah dari bahu tertinggi tepat atau dilebarkan ke titik dalam leher di tengah muka dan garis patah ditarik terus ke tepi lidah.

4. Gambar bentuk kerah pada badan menurut model, digambar dari garis patah ke arah bagian badan sebagai pedoman.

5. Kutip, bentuk kerah ini, dan gambar ke arah balikannya, keluar garis patah.

6. Teruskan garis patah ke arah bahu, dan ukur pada garis ini ukuran dari leher belakang yang akan dipakai. Bentuk garis leher belakang dapat berbentuk lurus (terusan garis patah), melengkung 2 atau 4 cm dari garis lurus tadi, atau dikutip dari pola dasar belakang dengan meletakkan pola badan belakang, bahunya berlawanan arah dari bahu badan muka. Yang dikutip dari pola dasar belakang garis leher yang mau dipakai dan garis tengah belakang.

7. Gambar tepi kerah bagian belakang yang terus menyambung dengan tepi kerah bagian muka. Lebar kerah pada tengah belakang disamkan dengan lebar kerah kutipan pada bahu, ditambah 1 atau 2 cm bila jatuhnya kerah tegak, contoh nomor 1 dan 2. Contoh ke 3, lebar kerah dibelakang disamakan dengan lebar kerah di bahu yang telah dikutip dari rencana gambar kerah pada badan, karena disini kerah jatuhnya rebah.

Untuk lebih jelas lagi kita bisa mengacu pada gambar di bawah ini.





Itulah tadi sedikit penjelasan tentang teori dan cara menggambar kerah selendang setali. Untuk kerah ini bisa diaplikasikan pada berbagai busana wanita yang akan kita buat, dengan menyesuaikan desain dan ukurannya. Semoga pengetahuan yang sedikit ini bisa membantu dan menambah pemahaman kita tentang busana wanita dewasa. 

Maju terus penjahit Indonesia !

Baca juga teori tentang :

  1. Membuat pola kerah rebah.
  2. Membuat pola kerah tegak dan setengah tegak.

No comments:

Post a Comment