Tuesday, August 9, 2016

Celana Panjang Pria | bagian 1 | Metode pengukuran

Celana panjang adalah busana bawahan yang sudah menjadi busana wajib pakai bagi kaum pria. Baik untuk acara formal ataupun non formal, celana panjang hampir setiap saat dipakai.

Sebenarnya untuk materi celana panjang ini sudah pernah saya bahas dalam blog ini, hanya saja dengan judul dan metode pembuatan pola yang lain. Baca artikel celana pantalon. Tetapi, tidak ada salahnya jika saya membahasnya lagi, untuk tambahan ilmu pengetahuan bagi kita semua, paling tidak kita punya metode dan cara berbeda untuk membuat celana panjang.


Banyak rekan penjahit saya mengatakan, menjahit celana panjang itu mudah yang bikin susah itu di pembuatan saku. Memang benar, menurut pengalaman saya menjahit celana itu lebih mudah daripada menjahit blouse atau kebaya. Hanya saja tingkat kerumitan seringkali ada pada pembuatan saku, baik itu saku samping maupun saku belakang celana. Kalau saku yang kita aplikasikan pada celana itu saku tempel, mungkin akan lebih mudah pengerjaannya, tapi kalau saku yang kita buat itu saku dalam tentunya akan lebih repot pengerjaannya. Tetapi, kalau sudah terbiasa pasti tidak akan menjadi masalah.

Celana panjang pria saat ini sudah memiliki beragam model yang menyesuaikan dengan trend fashion yang lagi marak. Tapi dalam artikel kali ini, saya akan bahas bagaimana cara membuat celana panjang pria model formal dengan bahan kain standard seperti katun dan drill. Karena untuk celana jeans, meski pola nya tidak jauh berbeda tapi ada sedikit perbedaan pada cara pengerjaan dan penyelesaiannya, selain itu untuk menjahit celana jeans kita harus memiliki mesin jahit besar sekelas mesin jahit industri. Kalau memakai mesin jahit klasik yang hitam atau portable sepertinya belum mampu untuk menjahit jeans.

Nah, tunggu apalagi mari kita mulai membuat celana panjang. Hal pertama yang kita kerjakan adalah melakukan pengukuran. Berikut adalah metode pengukuran yang diambil untuk celana panjang. 

1. Panjang celana ; diukur dari batas ban pinggang samping sampai batas yang dikehendaki.
2. Lingkar pinggang ; diukur pas melingkar pada pinggang.
3. Lingkar pinggul ; diukur pas melingkar pada pinggul yang terbesar dengan kelonggaran  empat jari datar.
4. Lingkar pesak ; diukur dari batas ban pinggang depan melingkar lewat selangkangan  sampai dengan batas ban pinggang belakang.
5. Lingkar paha ; diukur melingkar pada pangkal paha dengan kelonggaran 4 jari datar.
6. Lingkar lutut ; diukur melingkar pada lutut.
7. Lingkar ujung celana ; diukur melingkar pada batas ujung celana.

Berikut adalah contoh ukuran untuk pembuatan gambar pola. Anda bisa melakukan pengukuran sendiri untuk mengetahui keakuratan dari hasil pengukuran yang Anda lakukan.

1.       Panjang celana = 100 cm.
2.       Lingkar pinggang = 64 cm.
3.       Lingkar pinggul = 98 cm.
4.       Lingkar pesak = 68 cm.
5.       Lingkar paha = 58 cm.

6.       Lingkar ujung celana = 42 cm.

     Silahkan dicoba melakukan pengukuran sendiri untuk mendapatkan hasil yang lebih mantap. Pada posting selanjutnya, akan dibahas cara membuat pola celana panjang berdasarkan pengukuran yang sudah kita lakukan.

No comments:

Post a Comment