Monday, August 10, 2015

Penyetrikaan pada kain

                  Untuk menghasilkan busana yang baik harus diawali dengan perlakuan yang baik secara menyeluruh. Dalam hal ini proses penyetrikaan juga merupakan faktor yang penting untuk dilakukan, karena manfaatnya dapat menjamin hasil sebanyak dan sebaik yang kita harapkan. Akan baik sekali jika penyetrikaan bahan dilakukan setiap kali akan menjahit bagian-bagian pada busana

Setelah kita memperoleh kain yang akan kita jadikan busana, maka dilanjutkan dengan proses penyetrikaan. Berikut adalah alat-alat yang harus kita persiapkan untuk penyetrikaan bahan :

1. Setrika.

Pilihlah setrika yang memiliki pengatur panas. Akan lebih baik lagi jika menggunakan setrika kombinasi uap dan kering. Karena nantinya bisa kita gunakan untuk menyetrika berbagai jenis bahan.

2. Meja setrika.

Adalah suatu keharusan kita untuk memiliki meja setrika, demi kesempurnaan pekerjaan menjahit yang akan kita lakukan.

3. Meja setrika untuk lengan baju (sleeve board).

Digunakan untuk menyetrika potongan bahan yang akan dijahit menjadi lengan baju, dan juga untuk menyetrika bagian-bagian kecil yang lain.

4. Rol kampuh jahitan (seam-roll).

Sebuah bantalan kecil berbentuk silinder yang diisi dengan serbuk gergaji atau kapuk, biasanya digunakan untuk menyetrika kampuh jahitan tanpa meninggalkan bekas guratan pada bagian baik kain.

5. Tailor ham.

Digunakan untuk menyetrika jahitan kurva dan bagian yang membulat.

6. Ham's holder.

Adalah penyangga untuk tailor ham.

7. Point presser.

Berfungsi untuk menyetrika jahitan dengan setikan berujung lancip. Seperti, ujung krah, ujung saku, sudut -sudut pada manset, dan sudut-sudut pada bagian busana yang lain.

8. Wooden clapper.

Kayu kecil berbentuk balok yang digunakan untuk menyetrika dan mendatarkan pinggiran krah, saku dan klep.

Di bawah ini adalah gambar dari alat kelengkapan untuk penyetrikaan bahan yang akan dibuat sebagai busana.




Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal penyetrikaan kain adalah :

  1. Biasakan menyetrika pada bagian buruk kain.
  2. Biasakan menggunakan setrika dengan gerakan ke atas dan kebawah, sedikit diangkat dan jangan didorong.
  3.  Penyetrikaan dilakukan dari bawah ke atas pada lajur kain.
  4. Mencoba pada secarik kertas atau kain perca untuk mendapatkan setelan panas pada setrika yang sesuai untuk kain.
 Demikian adalah beberapa hal yang perlu kita lakukan dan persiapkan ketika melakukan penyetrikaan pada kain yang akan dijahit. Untuk menghasilkan busana yang baik memang harus melalui beberapa proses, dan diantaranya adalah penyetrikaan kain. Pada kesempatan selanjutnya akan kita coba bahas tentang metode penyetrikaan pada berbagai macam bahan.
 Semoga artikel ini dapat membantu. Terima kasih.


No comments:

Post a Comment