Thursday, June 9, 2011

Mengenali masalah pada mesin jahit

Setelah kita mengenal bagian - bagian dari mesin jahit secara garis besar, selanjutnya akan saya bahas beberapa masalah yang sering muncul ketika kita mengoperasikan mesin jahit. Hal ini sangat diperlukan , karena akan sangat membantu jika kita bisa mengatasi sendiri, dan tidak perlu menghabiskan biaya untuk memanggil tukang servis mesin jahit.


Pada dasarnya semua mesin jahit baik yang standard maupun yang portable memiliki bagian dan sistem kerja yang hampir sama. Perbedaannya sedikit, biasanya pada penambahan fungsi operasionalnya saja, hal ini berbeda di tiap tipe dan merek mesin jahit yang ada di pasaran.

Menurut pengalaman saya, beberapa masalah yang sering timbul pada saat mengoperasikan mesin jahit adalah :

1.Jarum mesin sering patah.
Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal, antara lain,
  • Pemasangan jarum mesin yang terlalu rendah.
  • Baut pengencang jarum tidak tepat posisinya atau kurang rapat.
  • Posisi jarum mesin pada setang tidak tepat.
  • Putaran roda atas terbalik saat menjahit.
  • Jarum mesin yang digunakan ukurannya tidak sesuai dengan bahan kain untuk busana yang dijahit. Yang sering terjadi adalah kain yang dijahit tebal dan ukuran jarum mesin yang digunakan terlalu kecil sehingga menyebabkan jarum mesin patah.
2.Hasil jahitan / setikan mesin ruwet (jawa: nyusur).
Hasil jahitan / setikan mesin yang ruwet atau nyusur, biasanya disebabkan oleh beberapa hal,
  • Kop benang bagian atas lepas, terlalu kendor, atau mungkin setelannya kurang rapat.
  • Gulungan benang pada sepul yang tidak rata.
  • Benang sepul tidak masuk dengan sempurna pada sekoci.
  • Setang atau tangkai jarum mesin yang terlalu tinggi.
  • Sepatu mesin tidak diturunkan ketika menjahit.
3.Benang atas sering putus.
Penyebabnya adalah,
  • Setelan kop benang atas yang terlalu rapat.
  • Pemasangan jarum mesin pada setang terbalik.
  • Pemasangan benang pada jarum mesin tidak tepat posisinya.
  • Ujung jarum mesin yang sudah tumpul.
  • Lobang jarum pada dek mesin jahit sudah mengalami keausan.
  • Benang terjepit pada tempatnya.
  • Posisi jarum mesin yang tidak center / jarum mesin yang sudah bengkok.
4.Hasil jahitan kendor / setikan mesin jahit pada kain terlihat tidak rapat.
Seringkali ketika kita menjahit, hasil jahitan pada kain terlihat tidak rapat atau kendor, sehingga busana yang dijahit hasilnya juga kurang baik. Kejadian sepereti ini biasanya disebabkan oleh,
  • Jika jahitan atas yang terlihat kendor, berarti penyebabnya adalah benang pada sepul dalam sekoci kurang rapat. Dengan kata lain jika jahitan atas yang terlihat kendor berarti benang yang bagian bawah yang bermasalah. Solusinya adalah dengan mengencangkan baut sekoci.
  • Dan sebaliknya, jika jahitan bawah yang kendor maka benang bagian atas yang bermasalah. Solusinya adalah dengan mengencangkan setelan pada kop benang bagian atas.

Nah, beberapa hal diatas adalah masalah yang sering muncul pada saat kita menjahit. Namun tidak menutup kemungkinan, banyak masalah - masalah teknis lain yang berkenaan dengan pengoperasian mesin jahit. Semoga apa yang telah saya sampaikan ini bisa sedikit membantu dan menambah pengetahuan kita. Saran , kritik, dan komentar akan sangat membantu kita semua untuk lebih menguasai keterampilan dalam menjahit dan membuat busana.
TIPS : Sebelum melakukan pekerjaan menjahit busana, ada baiknya mencoba hasil setikan mesin jahit pada kain perca. Jika dirasa hasil setikan sudah baik, baru kita mulai kegiatan menjahit kita.

13 comments:

  1. ok, INSYA ALLAH segera....
    ni msh nyiapin bahan :)

    ReplyDelete
  2. jelasin tentang mesih jahit special juga donk bang

    ReplyDelete
  3. Setikan bawah kendor truss setelan yang atas juga udh di kncengin tp msih sma itu gmna yaa..
    Solusinya dong..

    ReplyDelete
  4. salam,
    kalau setikan bawah masih kendor berarti permasalahannya bisa dari ukuran jarum mesin terlalu besar, atau bisa juga ujung bulan sabit yg berada dekat rumah sekoci sudah aus.
    Tetapi, harus melihat mesin jahit yang dipake apa?

    ReplyDelete
  5. Kalau benang bawah idak terkait, bagaimana solusinya? Terima kasih jawabannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau benang bawah tidak terkait biasanya permasalahan terletak pada rumah sekoci dan bulan sabit. Lihat posting cara mengatasi mesin jahit yang tidak menghasilkan setikan

      Delete
  6. kalo benang bawahnya ada diatas. benang atasnya ada dibawah. hasilnya kaya terbalik gitu kenapa?

    ReplyDelete
  7. Pada saat menjahit mesin berfungsi tapi ketika di lihat tidaj ada hasilnya. Malah bahannya bolong2 kna tdk ada simpulan benang sama sekali yg menyangkut di bahan. Mohon solusinya? Pake mesin jahit mini portable 202. Terimakasih

    ReplyDelete
  8. Pada saat menjahit mesin berfungsi tapi ketika di lihat tidaj ada hasilnya. Malah bahannya bolong2 kna tdk ada simpulan benang sama sekali yg menyangkut di bahan. Mohon solusinya? Pake mesin jahit mini portable 202. Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. ketika menjahit minimal kita harus tahu ukuran jarum jahit yg digunakan dan harus sesuai dengan jenis kainnya.
      Biasanya untuk kain tipis kita bisa pake jarum mesin no 11,12,dan 13
      Kalau untuk permasalahan setik jahitan yang tidak keluar, biasanya penyebabnya adl. setelan kerapatan antara benang dan sekoci yang tidak seimbang.
      Coba setel dulu kerapatan diantara dua item ini, mungkin bisa menyelesaikan masalah Anda.

      Delete
  9. Jahitan bawah benangnya ruwet (bhsjawanya nyusur),akhirnya benang atas putus,jarum kondisi baru,kira2 masalahnya dmn ya tq

    ReplyDelete