Sunday, April 24, 2016

Bawahan untuk kebaya

Untuk melengkapi posting tentang busana kebaya, sepertinya tidak lengkap jika belajarbusana.com tidak menyajikan artikel tentang pola busana untuk bawahan kebaya.

Bagi wanita modern saat ini, kebaya merupakan alternatif untuk bisa tampil feminin, tradisional, anggun, dan seksi secara bersamaan. Baju tradisional negara kita ini memang punya daya tarik tersendiri, dan akan lebih menarik lagi jika dipadukan dengan bawahan yang pas dan sesuai.

Untuk bawahan kebaya biasanya dipadukan dengan kain jadi, baik itu batik (jawa:sewek batik), songket, dll.

Di bawah akan dijelaskan tentang bagaimna cara membuat bawahan untuk kebaya beserta contoh ukurannya. Silahkan disimak.



Langkah 1.
Menggambar pola untuk bawahan kebaya berbentuk pola rok ketat. Gambar pola ditunjukkan di bawah ini.



Contoh ukuran :
  1. Lingkar pinggang = 70 cm
  2. Lingkar pinggul I = 96 cm.
  3. Tinggi pinggul I = 18 cm.
  4. Lingkar pinggul II = 94 cm.
  5. Tinggi pinggul II = 32 cm.
  6. Tinggi kain = 95 cm.
Langkah 2.
Menyiapkan kain dengan wiron (jumlah lipat wiron ganjil, 5 atau 7). Kain dilipat dua dengan tepi tanpa wiron digeser, sehingga 4 cm naik ke atas.

Langkah 3a.
Letakkan pola berdasarkan gambar dan usahakan tepi kain yang tidak berwiron jatuh tepat di titik pinggul atau lewat seperti gambar. Kemudian yang berlebih disini yang diarsir dilipat ke dalam dan disom menurut garis sisi yang terletak pada gambar .

Langkah 3b.
Meletakkan pola di atas kain, yang telah dilipat menurut gambar dengan tambahan gambar kedua, belah pola bagian depan dan letak semua lipit kup.


Langkah ke 4.
Bagian kanan dilipat ke arah pola tengah belakang menurut garis sisi pola dari pinggul ke bawah. Sudut kain yang berlebih di sisi satunya dilipat ke dalam, sehingga dapat sudut B, di mana akan dijahitkan elastik dengan panjang 5 s/d 10 cm dengan lebar elastik 2 cm. Lihat segitiga yang titik dilipat ke dalam lepas. Lipatan kelebihan kain ini boleh dijahit mesin, dengan lebar tepi lipatan 0,5 cm.



Langkah ke 5.
Bagian kiri yang ada wiron dilipat ke arah kebalikannya, seperti melipat bagian kanan. Nampak garis tengah pola belakang yang juga menjadi garis tengah muka memotong garis wiron.
Seharusnya garis batas wiron jatuh di garis tengah , sehingga pada bagian bawah wiron dibuat wiron tambahan yang bagian atas berbentuk runcing. Bagian runcing ini setelah dilipat dijahit dengan tusuk kelim, bagian bawah tetap berlipat terlepas.
Hasil garis batas wiron jatuh tepat pada garis tengah titik X.



Langkah ke 6.
Lihat hasil gambar letak wiron.
Menyelesaikan bagian atas pada pinggang. Lipat bagian sisi dari pinggul ke atas lurus dan lipit kup kiri kanan dikutip. Semua lipit dijahit. garis tengah muka diarahkan ke tengah belakang, dan tepi atas diratakan dengan tepi atas bagian belakang. Kelebihan dijahit dengan tusuk kelim ke dalam.

Langkah ke 7.
Bila pada perut batas wiron tidak jatuh tepat di garis tengah muka yang juga sesuai tengah belakang, wiron satu atau dua dilepas, jahit tangan wiron 2 yang lepas.
Memasang tutup tarik (ritsluiting) dari tepi atas, garis pinggang yang telah dijahit terlipat. Panjang tutup tarik 25 atau 30 cm. Garis tengah muka dari bagian kiri dan kanan yang sudah tertumpuk dijahit dari akhir tutup tarik ke bawah sampai di batas wiron tambahan yang dijahit, panjang jahitan ini kira-kira 10 cm. Untuk pemegang wiron dibuat trens.


Itu tadi penjelasan tentang bagaimana membuat bawahan untuk kebaya, untuk melihat posting tentang kebaya silahkan lihat artikel MEMBUAT KEBAYA DENGAN GIR dan MEMBUAT KEBAYA TANPA GIR.